Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Mei 2017

THE TAMPAN DECORATORS : KRU DEKORASI DAN PROFESI LAIN

Kru dekorasi sebuah acara pernikahan kadang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Hanya karena penampilan yang lusuh, pakaian bebas, suara keras ketika ngobrol dan bekerja bercucuran keringat. Tetapi walaupun begitu kru dekorasi patut diacungi jempol karena tanpa adanya mereka, pelaminan pernikahan yang kalian inginkan tidak bisa terpasang dengan baik dan bagus. Mereka bekerja siang dan malam demi menyenangkan klien-nya si bos. Betapa mulia pekerjaan sebagai kru dekorasi. Ya. Misinya adalah menyenangkan orang lain walaupun diri mereka kadang tidak senang dengan permasalahan yang ada dalam diri mereka seperti konflik internal rumah tangga, konflik dengan pacar, melawan rasa kantuk, menahan capek, bayaran yang kadang tidak sesuai dengan tenaga, dan juga kecelakaan dalam bekerja seperti jempol kena palu, jari teriris cutter, kulit terserempet kawat, atau bahkan tangan terjepit.

Kru The Tampan Decorators pun demikian. Karena mereka juga manusia biasa yang kebetulan dianugerahi ketampanan dan keterampilan pada bidangnya. Tidak mau kalah dengan yang kadang viral di sosial media tentang polisi ganteng, tentara ganteng, tukang cukur ganteng, tukang sayur ganteng, penjual durian ganteng, penjual nasgor ganteng, dan ganteng-ganteng yang lain. The Tampan Decorators membuat persamaan dengan profesi-profesi lain dengan alat yang mereka gunakan untuk bekerja dengan alat-alat kerja profesi lain.

The Tampan Decorators dan Polisi Ganteng

Ketika seorang polisi menikah, ada yang namanya prosesi "Pedang Pora" dimana kedua mempelai berjalan melewati pasukan pembawa pedang yang berjajar disamping walkways sambil menghunus pedang membentuk sebuah lorong untuk jalan kedua mempelai.

Maka, kru The Tampan Decorators ketika seorang temannya menikah pastilah diadakan prosesi "Cutter Pora" dimana caranya sama seperti Pedang Pora, hanya alatnya saja yang beda. Pedang diganti Cutter. Krek! Krek! Krek! Krek! (bunyi cutter dimaju mundurkan).

The Tampan Decorators dan Dokter Ganteng

Seorang dokter, ketika akan menyuntik pasien, pastilah akan mengecek jarum suntiknya lancar atau tidak. Caranya dengan menyentil jarum pada alat suntik lalu pemompa pada alat suntik didorong sehingga keluarlah cairan obat. Alat suntik siap digunakan. Dokter siap bekerja.

Kru The Tampan Decorators pun sama, ketika akan bekerja menggunakan cutter mereka untuk memotong sesuatu, pastilah melakukan cek dengan cara menyentil pisau cutter, mendorong pisau cutter keluar, dan mengiriskan pada jari tangan mereka sehingga keluar darah segar. Cutter siap digunakan. Kru nya pingsan karena salah iris.

The Tampan Decorators dan Pesulap Ganteng

Pesulap bisa memunculkan benda dalam waktu yang singkat, bisa menghilangkannya juga, kadang juga bisa atraksi ekstrem dengan bermain benda tajam, api, dan dilindas alat-alat berat.

Yang seperti itu bisa juga dilakukan oleh kru The Tampan Decorators. Jika kalian pernah menginap di hotel pada saat libur tahun baru, natal, dan hari besar lain. Kalian pasti akan menemukan lobby hotel yang pada malam hari masih kosong, tapi kemudian pada pagi hari sudah ada hiasan-hiasan dekorasi berdiri megah, itu adalah pekerjaan para orang yang kurang tidur.

Kru The Tampan Decorators juga bisa disejajarkan dengan legenda Candi Prambanan yaitu Bandung Bondowoso yang membangun seribu candi dalam satu malam. Sekedar catatan, dulu di Ganteng Unyu Wedding Organizer juga ada kru dekorasi yang bernama Budi Nugroho, tapi biasa disebut Gandung oleh teman-temannya, mungkin dia adalah titisan sang legenda Gandung Gondowoso, hehehe, kebetulan dia juga dulu tinggal di daerah Prambanan.

The Tampan Decorators dan Tentara

Ketika seorang anggota tentara meninggal dunia, akan ada acaran tembakan salvo ketika jenazah mulai dikebumikan. Entah tujuannya apa? Mungkin sebagai penghormatan terakhir.

Nah, yang ini belum pernah terjadi pada The Tampan Decorators. Mungkin nanti ketika ada salah satu kru The Tampan Decorators meninggal dunia, akan ada acara penembakan Gun Tacker dan pelepasan balon gas sebagai penghormatan terakhir atas jasa-jasa yang telah dilakukan ketika masih hidup.

Ada banyak hal-hal lain yang dilakukan kru The Tampan Decorators yang menyerupai profesi lain, misalnya suka memborong tusuk sate, bukan untuk jualan sate, tetapi untuk memperkuat sambungan pada styrofoam.

Lalu, menggunakan hair dryer seperti banci salon, tapi bukan untuk mengeringkan rambut melainkan mempercepat proses pengeringan cat pada material dekorasi yang dicat mendadak sebelum dipasang.

Ada lagi, menggunakan cat tembok dengan harga mahal hanya untuk mengecat material styrofoam yang sebentar dipakai lalu dibuang. Kru The Tampan Decorators berani.

Jika dituliskan semua, pastilah banyak lagi tentang keterampilan kru The Tampan Decorators yang unik. Tetapi lebih baik tidak dituliskan, biar kalian berfikir sendiri.

Yang jelas, jangan anggap remeh kru dekorasi. Karena mereka adalah penunjang lancarnya acara pernikahan dan pesta kalian. Sekali-kali kru dekorasi juga ingin jadi viral, masuk instagram, path, twitter, facebook, youtube sebagai TUKANG DEKOR TAMPAN. Jadi, jangan malu-malu minta foto bareng jika ketemu kru THE TAMPAN DECORATORS sedang mendekorasi pernikahan saudara, ulang tahun teman, pesta perpisahan sekolah bahkan upacara kematian klien-nya si bos. Terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sabtu, 18 Maret 2017

THE TAMPAN DECORATORS : CEKER MBAK INTAN

Malamnya sedang hujan ketika si Dwi Gandool, office boy kantor Ganteng Unyu Wedding Organizer sedang pergi beli nasi untuk makan malam kru The Tampan Decorators yang saat itu masih ada disitu. Si Dwi lupa bawa jas hujan, jadilah dia berteduh dulu di warung nasi Pak Joko. Eh, Pak Joko nya sudah meninggal dunia sekitar empat puluh hari yang lalu. Sekarang istrinya yang jualan nasi sendirian.

Malam itu di kantor Ganteng Unyu masih ada Pak Tomo, Mbak Intan, Pak Irwan yang Sekuriti baru, Taufik, dan Zen. Tetapi yang menanti nasi untuk makan malam hanya Taufik dan Zen. Sementara hujan masih turun dengan gembira, menari-nari diatas aspal, batako, tanah, rumput, dan tempat yang terkena hujan.

Sehabis Isya' barulah Dwi Gandool datang. Naik motor Jupiter pilokan sendiri warna biru, sedangkan jok nya berwarna merah. Kasihan dia agak basah karena menerjang hujan yang belum juga kunjung berhenti. Dengan gaya khasnya yaitu tertawa Ha Ha Ha. Membawa kantong plastik berwarna hitam berisikan tiga bungkus nasi.

"Hujan deres banget, aku numpang teduh dulu di warungnya Lelet, ha ha ha!" Dwi berkata sambil tertawa. Lelet ini adalah sebutan khusus dari kru The Tampan Decorators untuk istri Pak Joko.

"Nggak bawa jas hujan bro?" tanya Pak Irwan.

"Iya, nggak punya, ha ha.." jawab Dwi yang lagi-lagi sambil tertawa.

"Nasiku mana Wi?" tanya Taufik.

"Ini, sama semua.." Dwi berkata sambil membuka bungkus nasinya yang berlauk sayap ayam. Ditempat Lelet atau warung nasi Pak Joko ini makan pakai lauk sayap ayam harganya cuma lima ribu lima ratus rupiah, kalau pakai kepala ayam cuma empat ribu lima ratus, pokoknya yang paling murah ya disitu.

"Punyaku mana Ndool?" itu adalah Zen yang bertanya kepada Dwi Gandool.

"Lha iki!"

"Sayape Lelet.." Zen membuka bungkus nasinya seraya berkata demikian.

"Wah, pada makan malam nih?" Itu Pak Tomo yang baru keluar dari kantor dan mau pulang kerumahnya.

"Iya Pak," Dwi menjawab. Taufik dan Zen diam saja karena mulutnya sibuk mengunyah daun singkong.

"Makan Bu.." Dwi Gandool menyapa Mbak Intan yang juga baru keluar dari kantor Ganteng Unyu, mau pulang juga.

"Oh iya.. Dienakin aja mas.." balas Mbak Intan. "Mas Dwi mau ceker nggak?" tanyanya.

"Ceker manusia? Ha ha ha!" Dwi menjawab dengan bercanda.

"Ceker buaya.." Taufik menimpali.

"Bukan.. Ini ceker ayam asli, mau nggak?" kata Mbak Intan sambil memarkir motornya.

"Pulang dulu saudara-saudara!" Itu suara Pak Tomo yang melaju dengan motor Crypton dan tidak lupa memakai jas hujan.

"Iya!!!!" Itu suara serentak dari Pak Irwan, Mbak Intan, Taufik, dan Dwi Gandool. Zen diam saja karena sedang mengunyah tulang sayap ayam.

"Ini pada mau ceker ayam nggak?" tawar Mbak Intan lagi yang sudah siap naik motor.

"Mau Bu, mau.." yang menjawab Dwi. Karena Pak Irwan sedang sibuk menulis, Taufik sibuk mengunyah nasi, Zen sibuk menyingkirkan sambel.

"Ambil piring dulu buat naruh cekernya, kalau pakai tempat punyaku takutnya nggak ada yang mengurus nantinya," kata Mbak Intan.

Dwi Gandool pun segera pergi ke dapur untuk mengambil piring.

"Wah, banyak banget nih.. Terima kasih Bu," Dwi berkata sambil mencomot sepotong ceker yang dimasak dengan kecap.

"Iya, biar enak lagi dibakar dulu.." saran Mbak Intan.

"Nggak usah, ini aja udah bisa buat lauk, hehehe.." itu Dwi lagi yang bersuara.

Ada sekitar dua puluh ceker jika dihitung, termasuk yang sudah dicomot Dwi tadi. Semuanya berbalut kecap manis. Sehingga rasanya jadi manis dan gurih. Lalu Zen mengambil dua untuk digabung dengan sayap ayam tadi. Pak Irwan mencicipi satu. Taufik juga mengambil satu. Dipiring terlihat masih banyak ceker-ceker cokelat dan manis yang menggoda selera. Ceker dari mbak Intan.

Mbak Intan yang jadi admin keuangan di Ganteng Unyu. Mbak Intan yang rambutnya diwarnai pirang. Mbak Intan yang motornya berwarna merah. Mbak Intan yang punya warung angkringan disekitar Pasar Kembang Jogja. Mbak Intan yang angkringannya berjudul "DODOLAN SEGO". Mbak Intan yang dengan teliti menghitung gaji karyawan Ganteng Unyu Wedding Organizer. Mbak Intan yang namanya terdiri dari huruf I-N-T-A-N. Mbak Intan yang namanya seperti nama perhiasan dari batu.

Setelah Mbak Intan pergi meninggalkan Sukun Raya no. 48, Pak Irwan segera menutup pintu gerbang. Dan kembali duduk di Pos Security yang nyaman.

"Ini cekernya mau disisain buat besok atau dimakan sekarang semua?" tanya Zen kepada Dwi.

"Habiskan sekarang aja! Hahaha.. Kalau buat besok udah nggak enak.

"Oke!" kata Zen seraya mengambil sepotong ceker lagi.

Dwi dan Zen seperti orang balapan makan ceker ayam. Sementara Taufik sudah hampir habis tiga ceker.

"Aku cuma ambil tiga nih.. Karena aku sukanya kalau yang dibakar.." kata Taufik.

Dwi dan Zen masing-masing menghabiskan ceker tujuh. Dan menyisakan satu diatas piring karena peraturannya, yang menghabiskan cekernya harus bertanggung jawab mengembalikan dan membersihkan piring tersebut.
Sementara hujan masih turun.

"

Minggu, 27 Maret 2016

DUKUN DONUTS

DUKUN DONUTS adalah plesetan dari DUNKIN DONUTS. Jualan donat, tempatnya dekat Mall Malioboro.

Ada Donat Cokelat
Ada Donat Warna Cokelat
Ada Donat Manis
Ada Donat Manis Asem Asin
Ada Donat dan kawan-kawan

Terima Lesehan.