Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2016

IBLIS INGGRIS TANPA HURUF L

Iblis Inggris tanpa huruf L
Lebih baik memang begitu
Sehingga wujudnya jadi tidak menyeramkan
Daripada harus kau pakai huruf L

Iblis Inggris tanpa huruf L
Lebih baik memang begitu
Sehingga tugasnya dibumi bukan menghasut manusia
Melainkan memperindah planet bumi

Iblis Inggris tanpa huruf L
Iblis Inggris tanpa huruf L
Iblis Inggris tanpa huruf L
Jangan menangis
Biar
Iblis Inggris pakai huruf L
Yang boleh menangis

Jogjakarta, 7 September 2016 masehi dan terbangun dari mimpi menjadi Nero dalam game

Selasa, 06 September 2016

DUA MALAM

Malam ini dia datang lagi
Dalam wujudnya yang manis
Dan menangis
Jika aku pergi

Untuk tugasnya mencegah aku
Meninggalkan dia
dia mengatakan
Jangan pergi lagi, tetap bersamaku

Jogjakarta, 6 September 2016 Masehi dan kipas angin berhembus ketubuhku

Senin, 05 September 2016

SEMOGA BUKAN SETAN

Entah tadi Setan atau bukan
Kalau Setan
Berarti Setan memang setan
Merasuk ke dalam tidurku
Untuk merubah wujudnya
Menjadi mimpi indah
Agar aku lupa pada subuh

Atau tadi hadiah dari Tuhan
Yang mengirimkan sinyal
Bahwa kau masih ada
Untuk mengirim perasaan
Dalam bentuk mimpi indah
Agar aku terus bersyukur

Jogjakarta, 4 September 2016 Masehi dan subuhnya menyenangkan

Minggu, 20 Maret 2016

Apel Merah

1.1 Demi Kipas angin yang menyala dua puluh empat jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu di kamar berukuran dua kali tiga meter yang terbuat dari tripleks dan dilapis karpet hitam yang sudah berdebu dan banyak terdapat jelaganya.

1.2 Aku terbangun dari tidurku yang sebentar itu karena kebelet pipis.

1.3 Malamnya sudah larut, seolah-olah malam itu adalah serbuk yang dimasukkan ke dalam air sehingga bisa menjadi larut.

1.4 Mungkin karena malam memang terbuat dari serbuk matahari berbentuk pil bulat yang kemudian pil itu masuk ke dalam air laut saat senja tiba lalu lama-kelamaan menjadi larut.

1.5 Dan sesungguhnya hal itu berulang-ulang terjadinya.

1.6 Maka aku pun tiba-tiba ingin memakan apel merah, yaitu buah apel yang kulitnya berwarna merah tetapi dagingnya putih.

1.7 Tetapi aku rasa tak mungkin memakannya dalam waktu ini, karena memang saat ini aku tidak mempunyai pohon apel yang membuat aku tak bisa memetiknya, dan tidak mungkin juga ada yang menjualnya pada malam selarut ini, kalaupun ada aku tak mampu membeli dikarenakan aku tidak punya uang.

1.8 "Aku hanya ingin apel merah itu.."

1.9 Sesungguhnya itu adalah aku yang berbicara kepada diri sendiri dan disaksikan dua malaikat pencatat amalan dikanan dan dikiri

1.10 Suara kipas angin masih terdengar ditelinga dimalam yang menginjak pagi buta, kasihan pagi, sudah buta lalu diinjak pula dirinya oleh malam yang telah larut tadi.

1.11 Dan apel merah tetap menjadi keinginanku, hingga aku tertidur lagi nanti.

Yogyakarta, 12.57 hari Minggu 20 Maret 2016 masehi dan habis memimpikanmu